Rabu, 5 Maret 2026 | 09:14 WIB info-siber.com
Hukum & Kriminal

Warga Geram: Pelaku Pencurian Motor Berulang Kali Ditangkap Lalu Dilepas, Diduga Ada Permainan Oknum

Oleh: Redaksi Info Siber  |  Rabu, 5 Maret 2026 08:30 WIB  |  Dibaca 12.847 kali
Ilustrasi: Suasana di depan Polsek Tanjung Barat
Ilustrasi — Warga berkumpul di depan kantor polisi menuntut kejelasan status pelaku. (Foto: Dok. Warga)

Kemarahan warga Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, memuncak setelah pelaku pencurian sepeda motor berinisial RS (31) kembali terlihat bebas berkeliaran di lingkungan mereka hanya dua hari setelah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. Ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu empat bulan terakhir pelaku yang sama ditangkap lalu dibebaskan tanpa proses hukum yang jelas.

Menurut keterangan sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya, RS telah tercatat melakukan aksi pencurian motor setidaknya di lima titik berbeda di wilayah tersebut. Setiap kali dilaporkan dan ditangkap, pelaku selalu dibebaskan dalam hitungan hari dengan alasan yang berbeda-beda — mulai dari "kurang bukti" hingga "mediasi dengan korban" yang menurut warga tidak pernah benar-benar terjadi.

"Kami sudah capek lapor. Ditangkap hari ini, besok sudah jalan-jalan lagi di pasar. Kami curiga ada oknum yang melindungi dia. Kalau polisi tidak bisa menindak, kami yang akan bertindak sendiri." — Hendra (45), Ketua RT 07/RW 03 Tanjung Barat

Keresahan warga semakin menjadi ketika pada Senin (3/3) lalu, RS diduga kembali beraksi dan berhasil membawa kabur satu unit Honda Vario 160 milik pedagang sayur di Pasar Tanjung. Korban mengaku langsung melapor ke Polsek setempat, namun hingga berita ini ditulis belum mendapat respons yang memuaskan dari pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Barat Kompol Darmawan saat dikonfirmasi melalui telepon hanya memberikan jawaban singkat. "Kami sedang mendalami kasus tersebut. Semua proses sesuai prosedur," ujarnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pembebasan pelaku pada dua kesempatan sebelumnya.

Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Megawati, menilai fenomena lepas-tangkap seperti ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem penegakan hukum di tingkat kepolisian sektor. "Pola berulang seperti ini bisa mengindikasikan dua hal: kelemahan administrasi penyidikan atau, yang lebih mengkhawatirkan, adanya kolusi antara oknum aparat dengan pelaku," jelasnya kepada Info Siber.

Hingga saat ini, warga Tanjung Barat berencana menggelar aksi damai di depan kantor Polsek pada Jumat (7/3) mendatang untuk menuntut transparansi penanganan kasus dan meminta Propam turun tangan melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum yang diduga terlibat. Komunitas Peduli Keamanan Warga Jakarta Selatan juga telah menyatakan akan mendampingi aksi tersebut.

Info Siber akan terus memantau perkembangan kasus ini. (RED/IS)